Sekilas Perbankan Syariah di Indonesia


Pengembangan sistem perbankan syariah di Indonesia dilakukan dalam kerangka dual-banking system atau sistem perbankan ganda dalam kerangka Arsitektur Perbankan Indonesia (API), untuk menghadirkan alternatif jasa perbankan yang semakin lengkap kepada masyarakat Indonesia. Secara bersama-sama, sistem perbankan syariah dan perbankan konvensional secara sinergis mendukung mobilisasi dana masyarakat secara lebih luas untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan bagi sektor-sektor perekonomian nasional.

Read more of this post

Advertisements

Transaksi yang dilarang dalam perbankan islam 1


Penyebab terlarangnya sebuah transaksi disebabkan oleh faktor sebagai berikut:
  • Haram zatnya
  • Haram selain zatnya
  • tidak sah akadnya
  1. Haram Zatnya adalah transaksi yang dilarang karena objek/ barang yang ditransaksikan adalah barang yang haram, contoh, bangkai, minuman keras, daging babi dan sebagainya. walaaupun transaksi  atau akadnya sah menurut Islam namun haram hukumnya jika transaksi jual beli minuman keras, karena minuman keras adalah benda yang diharamkan/dilarang. maka jika ada nasabah yang mengajukan pembiayaan terhadap barang-barang yang dilarang meskipun menggunakan akad mudharabah dan musyarakah, maka transaksi tersebut dilarang dan hukumnya haram.

Read more of this post

Perbankan di Jaman Rasulullah


Fungsi-fungsi bank telah dikenal sejak jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun tidak sekompleks fungsi perbankan sekarang. Pada masa itu, sudah terdapat proses penerimaan titipan harta, peminjaman uang untuk keperluan konsumsi dan keperluan bisnis, serta proses pengiriman uang.

Dalam Islam telah diajarkan 2 prinsip yang berkaitan dengan aktivitas keuangan dan perbankan yaitu :

  • Prinsip al-Ta’awun yaitu prinsip untuk saling membantu dan bekerja sama antara anggota masyarakat dalam kebaikan, sebagaimana yang tertulis dalam al-Quran Surat Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi,”….Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran….”
  • Prinsip menghindari al Iktinaz yaitu seperti membiarkan uang menganggur dan tidak berputar dalam transaksi yang bermanfaat bagi masyarakat umum.

Read more of this post

Praktik Perbankan di Zaman Nabi dan Sahabat


Secara umum, bank adalah lembaga keuangan yang melaksanakan tiga fungsi, yaitu menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan memberikan jasa pengiriman uang. Di dalam sejarah perekonomian umat islam, pembiayaan yang dilakukan dengan akad yang sesuai syariah telah menjadi bagian dari tradisi umat islam sejak zaman rasulullah. Praktik-pratik seperti menitipkan harta, meminjamkan harta untuk keperluan konsumsi dan untuk keperluan bisnis, serta melakukan pengiriman uang, telah lazim dilakukan sejak zaman rasulullah saw. Dengan demikian. Fungsi-fungsi utama perbankan modern, yaitu menerima deposit, menyalurkan dana, dan melakukan transfer dana telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat islam, bahkan sejak zaman Rasulullah.

Read more of this post

Sejarah Perkembangan Hukum Perbankan Syariah Di Indonesia


lihat versi onlinenya disini

Pendahuluan

Secara umum pengertian Bank Islam (Islamic Bank) adalah bank yang pengoperasiannya disesuaikan dengan prinsip syariat Islam. Saat ini banyak istilah yang diberikan untuk menyebut entitas Bank Islam selain istilah Bank Islam itu sendiri, yakni Bank Tanpa Bunga (Interest-Free Bank), Bank Tanpa Riba (Lariba Bank), dan Bank Syari’ah (Shari’a Bank). Sebagaimana akan dibahas kemudian, di Indonesia secara teknis yuridis penyebutan Bank Islam mempergunakan istilah resmi “Bank Syariah”, atau yang secara lengkap disebut “Bank Berdasarkan Prinsip Syariah”.

Read more of this post