Transaksi yang dilarang dalam perbankan islam 2


TRANSAKSI TERLARANG DALAM PERBANKAN ISLAM

  1. Pendahuluan

Dalam kaidah hokum, yang berlaku semuanya hal adalah dilarang, kecuali ada ketentuannya berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist. Sedangkan dalam urusan muamalah, semuanya diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya.

Penyebab terlarangnya sebuah transaksi adalah disebabkan factor-faktor sebagai berikut :

  1. Haram zatnya
  2. Haram selain zatnya
  3. Tidak sah / lengkap akadnya

  1. Haram Zatnya

Transaksi dilarang karena objek (barang atau jasa) yang ditransaksikan juga dilarang, misalnya minuman keras, bangkai, daging babi, dan sebagainya. Jadi transaksi jual beli minuman keras adalah haram, walaupun akad jual belinya sah. Dengan demikian bila ada nasabah yang mengajukan pembiayaan pembelian minuman keras kepada bank dengan menggunakan akad murabahah, maka walaupun akadnya sah tetapi transaksi ini haram karena objek transaksinya haram.

  1. Haram Selain Zatnya
    1. Melanggar prinsip “an taradin minkum”

Tadlis ‹penipuan›, setiap transaksi dalam islam harus didasarkan pada prinsip kerelaan antara kedua belah pihak (sama-sama redha). Meraka harus mempunyai informasi yang sama sehingga tidak ada pihak yang merasa dicurangi karena ada suatu keadaan dimana satu pihak tidak mengetahui informasi yang diketahui oleh pihak lain, dalam bahasa fiqihnya disebut tadlis dapat dibedakan menjadi 4 macam, yakni :

a)      Kuantitas

b)      Kualitas

c)      Harga

d)     Waktu penyerahan

  1. Melanggar prinsip “la tazhlimuna wa la tuzhlamun”

Prinsip kedua yang tidak boleh dilanggar adalah prinsip jangan menzalimi dan jangan dizalimi. Praktik yang melanggar prinsip ini diantaranya :

a)           Taghrir (gharar)

b)           Rekayasa pasar (dalam permintaan maupun penawaran)

c)           Rekayasa pasar (dalam permintaan (ba’I najhasy))

d)          Riba

Dalam ilmu fiqih ada tiga jenis riba, diantaranya :

  1. Riba fadl

Riba ini disebut juga dengan riba buyu’ yaitu riba yang timbul akibat pertukaran barang sejenis yang tidak memenuhi kriteria sama kualitasnya, sama kuantitasnya dan sama waktu penyerahannya.

  1. Riba nasiah

Riba ini disebut juga dengan riba duyun yaitu riba yang timbul akibat utang piutang yang tidak memenuhi kriteria untung muncul bersama resiko dan hasil usaha muncul bersama biaya. Transaksi semacam ini mengandung pertukaran kewajiban menanggung beban, hanya karena berjalan waktu.

  1. Riba jahiliah

Riba jahiliah adalah utang yang dibayar melebihi dari pokok pinjaman karena si peminjam tidak bisa membayar utang pada waktu yang ditentukan.

e)           Maysir (perjudian)

f)            Riswah (suap menyuap)

  1. Tidak Sah / Lengkap Akadnya

Suatu transaksi dapat dikatakan tidak sah apabila terjadi salah satu atau lebih dari fakto-faktor berikut ini :

  1. Rukun dan syara’ tidak terpenuhi

Rukun dalam muamallah iqtishadiayah adalah :

a)             Pelaku

b)            Objek

c)             Ijab dan Kabul

Sedangkan syara’ tidak boleh yaitu :

a)             Menghalalkan yang haram

b)            Mengharamkan yang halal

c)             Menggugurkan rukun

d)            Bertentangan dengan rukun

e)             Mencegah berlakunya rukun.

  1. Terjadi ta’alluq
  2. Terjadi “two in one”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: