Pengertian Klausa


  1. Pengertian Klausa

Klausa adalah satuan gramatikal, berupa sekolompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek (s) dan prediket (p) dan mempunyai potensi untuk menjadi kalimat. Klausa adalah unsur kalimat karena sebagian besar kalimat terdiri dari dua unsur klausa. Unsur inti klausa adalah s dan p. Namun demikian s juga sering dibuangkan, misalnya dalam kalimat luas sebagai akibat dari penggabungan klausa dan kalimat jawaban.

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas prediket baik diikuti oleh subjek, objek, pelengkap, keterangan atau tidak dan merupakan bagian dari penanda klausa. Penanda klausa adalah P. Tetapi yang menjadi klausa bukan hanya P, jika mempunyai S. Klausa terdiri atas S dan P, jika mempunyai S, klausa terdiri atas S, P dan O. Jika tidak memiliki O dan keterangan, klausa terdiri atas P, O dan keterangan. Demikian seterusnya. Contohnya dalam kalimat jawaban atau dalam bahasa Indonesia Lisan tidak resmi. Contoh kalimat jawaban :

P : kamu memanggil siapa?

J : teman satu kampus (s) dan P-nya dihilangkan. Contoh dalam bahasa tidak resmi : saya telat! P-nya dihilangkan.

Klausa merupakan bagian dari kalimat. Oleh karena itu, klausa bukan kalimat. Klausa belum mempunyai intonasi lengkap. Sementara itu kalimat sudah mempunyai intonasi lengkap yang sudah ditandai dengan adanya kesenyapan awal dan kesenyapan akhir yang menunjukkan bahwa kalimat tersebut sudah selesai.

  1. Jenis-Jenis Klausa

Ada tiga hal yang dapat mengklasifikasikan klausa. Ketiga dasar itu adalah

  1. Klasifikasi klausa berdasarkan struktur internnya mengacu pada hadir tidaknya unsur inti klausa yaitu S dan P. Dengan demikian, unsur ini klausa yang bisa tidak hadir adalah S. Sedangkan P unsur inti klausa selalu hadir. Atas dasar itu, maka hasil klasifikasi klausa berdasarkan unsur internnya.
  2. Klasifikasi klausa berdasarkan kategori frasa yang menduduki fungsi P, contoh : mahasiswa itu belum mengerjakan tugas.
  3. Klasifikasi klausa berdasarkan ada tidaknya unsur negasi yang mengaktifkan P, klausa positif ialah klausa yang ditandai tidak adanya unsur negasi yang mengaktifkan P. Contoh : mahasiswa itu mengerjakan tugas.

1.1 Klasifikasi klausa berdasarkan kategori frasa yang menduduki fungsi P. Dapat diklasifikasikan menjadi :

  1. Klausa nomina adalah klausa yang P-nya berupa frasa nomina. Contoh : dia seorang sukarelawan.
  2. Klausa verba adalah klausa yang P-nya berupa frasa verba. Contoh : dia membantu para korban banjir.
  3. Klausa adjective adalah klausa yang P-nya berupa frasa adjective. Contoh : gedung itu sangat tinggi.
  4. Klausa numeralia adalah klausa yang P-nya berupa frasa numeralia. Contoh : mahasiswanya sembilan orang.
  5. Klausa preposiona adalah klausa yang P-nya berupa frasa preposiona. Contoh : baju saya di dalam lemari.
  6. Klausa pronomial adalah klausa yang P-nya berupa frasa pronomial. Contoh : hakim memutuskan bahwa dialah yang bersalah.

1.2 Klasifikasi klausa berdasarkan potensinya untuk dijadikan kalimat dapat dibedakan atas :

  1. klausa bebas adalah klausa yang memiliki kalimat mayor, atau sebuah kalimat yang merupakan bagian dari kalimat yang lebih besar. Contoh : semua orang mengatakan bahwa dia yang bersalah.
  2. Klausa terikat adalah klausa yang tidak memiliki potensi untuk menjadi kalimat mayor, hanya berpotensi menjadi kalimat minor. Kalimat minor adalah konsep yang merangkim panggilan. Contoh : semua murid sudah pulang, kecuali yang dihukum.

1.3 Klasifikasi klausa berdasarkan kriteria latarnya dalam kalimat klausa dapat dibedakan atas

  1. Klausa atasan adalah klausa yang tidak menduduki fungsi sintaksis dari klausa lainnya. Contoh : ketika paman datang, kami sedang belajar.
  2. Klausa bawahan adalah klausa yang menduduki fungsi sintaksis atau menjadi unsur dari klausa lainnya. Contoh : dia mengira bahwa hari ini akan hujan.
  1. Analisis Klausa

Klasifikasi dapat dibedakan atas tiga dasar, yaitu :

  1. Berdasarkan fungsi unsur-unsurnya.
  2. Berdasarkan kategori kata atau frase yang menjadi unsurnya.
  3. Berdasarkan makna unsur-unsurnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ramlan, M. 1986. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta; VC. Karyana

About these ads

About fikriyogi
Masih Single

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: