Perjuangan Nabi Muhammad di Madinah


RINGKASAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW DI MADINAH
NAMA : FIKRI YOGI
NIM : 10916006180
PERJUANGAN NABI MUHAMMAD DI MADINAH

A. Hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah
Perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam menyebarkan agama Islam selama di
Mekkah selalu mendapat perlawanan dari kaum Quraisy, akibat perlawanan ini pada suatu
malam Nabi menerima wahyu tentang taktik untuk melaksanakan hijrah. Beliau menyuruh
Ali agar mau tidur menggantikan tempat tidur Nabi untuk mengecoh kaum Quraisy.
Malam itu juga Nabi Muhammad Saw bersama mertuanya Abu Bakar dan sahabat
Nabi yang tertua berangkat ke Gua Tsur, yang jaraknya kira-kira 3 mil arah utara Mekkah.
Di sana mereka bersembunyi selama tiga hari tiga malam tanpa diketahui oleh kaum
Quraisy.
Selama beberapa hari lamanya para pemburu Nabi mencium keberadaan Nabi
beserta sahabatnya bersembunyi di dalam gua, tetapi setelah sampai di gua tersebut mereka
meragukan keberadaan nabi dikarenakan di pintu Gua Tsur adanya merpati yang bertelur
dan sarang laba-laba.
Pada hari keempat rombongan kecil itu meninggalkan kota menuju yastrib dengan
menyusur pantai laut merah. Perjalanan itu memakan delapan hari delapan malam. Pada
hari kedelapan perjalanan mereka sampai di Quba, 5 km ke arah selatan Yastrib, tepatnya
pada hari senin, 12 Rabiul Awal, yan juga merupakan hari kelahiran dan wafatnya Nabi
Muhammad Saw.1

B. Pendirian Kota Madinah
1. Pendirian Masjid
Dikisahkan bahwa unta tunggangan Nabi Muhammad berhenti di suatu
tempat yakni kota Yastrib untuk mendirikan suatu bangunan masjid yang mana
masjid ini merupakan masjid pertama didirikan masyarakat muslimin selama
1 . Prof. Dr. Abu Su’ud. Islamologi = Sejarah, Ajaran, dan Peranannya Dalam Peradaban umat manusia. Jakarta :
Rinek Cipta, 2003.
Islam di ajarkan nabi Muhammad.2 Adapun pemilik tanah untuk didirikan
masjid tersebut adalah dua orang anak yatim yakni Sahl dan Suhail. Mu’adh
Ibnu Afra di utus oleh nabi untuk mengurus pembelian tanah ini yang
kemudian di sepakati dengan harga 10 dinar dan ditambah lagi dengan harta
Abu Bakar.3 Rasulullah ikut serta dalam pembangunan masjid itu dengan
tangannya sendiri. Saat itu, kiblat dihadapkan ke Baitul Maqdis. Sejak saat
itulah, Yastrib dikenal dengan madinatur Rasul. Kaum muslimin melakukan
berbagai aktifitasnya di dalam masjid ini, baik beribadah, maupun belajar,
Allah SWT memuji masjid ini dengan Firman-Nya: “Sesungguhnya masjid itu
yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih
patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya
terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri… (At Taubah, 108).4
2. Piagam Madinah
Piagam Madinah ini sama artinya dengan undang-undang tidak tertulis
yang mengatur berbagai bentuk hubungan antar warga negara yang majemuk.
Menyadari kenyataan warga masyarakat yang majemuk itu Nabi Muhammad
mengeluarkan ketentuan yang bisa dianggap sebagai konstitusi pertama bagi
sebuah negara. “Berikut merupakan Piagam Tertulis dari Nabi Muhammad
SAW di kalangan Orang-orang yang beriman dan memeluk Islam (yang
berasal) dari Quraisy dan Yatsrib, dan orang-orang yang mengikuti mereka,
mempersatukan diri dan berjuang bersama mereka.”

I. PEMBENTUKAN UMMAT
Pasal 1
Sesungguhnya mereka adalah satu bangsa negara (ummat), bebas dari (pengaruh
dan kekuasaan) manusia lainnya.
2 . Prof. Dr. Abu Su’ud. Islamologi = Sejarah, Ajaran, dan Peranannya Dalam Peradaban umat manusia. Jakarta :
Rinek Cipta, 2003
3 . Dr. Badri Yatim, M.A. Sejarah Peradaban Islam = Dirasah Islamiyah II. Jakarta : Rajagrafindo Persada. 1993
4 . Dedi Supriyadi, M.Ag. Sejarah Peradaban Islam. Bandung : Pustaka Setia, 2008

II. HAK ASASI MANUSIA
Pasal 2
Kaum Muhajirin dari Quraisy tetap mempunyai hak asli mereka, yaitu saling
tanggung-menaggung, membayar dan menerima uang tebusan darah (diyat) di
antara mereka (karena suatu pembunuhan), dengan cara yang baik dan adil di
antara orang-orang beriman.
Pasal 3
1. Banu ‘Awf (dari Yatsrib) tetap mempunyai hak asli mereka, tanggung
menanggung uang tebusan darah (diyat).
2. Dan setiap keluarga dari mereka membayar bersama akan uang tebusan dengan
baik dan adil di antara orang-orang beriman.
Pasal 4
1. Banu Sa’idah (dari Yatsrib) tetap atas hak asli mereka, tanggung menanggung
uang tebusan mereka.
2. Dan setiap keluarga dari mereka membayar bersama akan uang tebusan dengan
baik dan adil di antara orang-orang beriman.
Pasal 5
1. Banul-Harts (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka,
saling tanggung-menanggung untuk membayar uang tebusan darah (diyat) di
antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha’ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil
di kalangan orang-orang beriman.
Pasal 6
1. Banu Jusyam (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka,
tanggung-menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha’ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil
di kalangan orang-orang beriman.
Pasal 7
1. Banu Najjar (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka,
tanggung-menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) dengan secara baik
dan adil.
2. Setiap keluarga (tha’ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil
di kalangan orang beriman.
Pasal 8
1. Banu ‘Amrin (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka,
tanggung-menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha’ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil
di kalangan orang-orang beriman.
Pasal 9
1. Banu An-Nabiet (dari suku Yatsrib) tetap berpegang atas hak-hak asli mereka,
tanggung-menanggung membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha’ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil
di kalangan orang-orang beriman.
Pasal 10
1. Banu Aws (dari suku Yatsrib) berpegang atas hak-hak asli mereka, tanggungmenanggung
membayar uang tebusan darah (diyat) di antara mereka.
2. Setiap keluarga (tha’ifah) dapat membayar tebusan dengan secara baik dan adil
di kalangan orang-orang beriman.

III. PERSATUAN SEAGAMA
Pasal 11
Sesungguhnya orang-orang beriman tidak akan melalaikan tanggungjawabnya
untuk memberi sumbangan bagi orang-orang yang berhutang, karena membayar
uang tebusan darah dengan secara baik dan adil di kalangan orang-orang beriman.
Pasal 12
Tidak seorang pun dari orang-orang yang beriman dibolehkan membuat
persekutuan dengan teman sekutu dari orang yang beriman lainnya, tanpa
persetujuan terlebih dahulu dari padanya.
Pasal 13
1. Segenap orang-orang beriman yang bertaqwa harus menentang setiap orang
yang berbuat kesalahan , melanggar ketertiban, penipuan, permusuhan atau
pengacauan di kalangan masyarakat orang-orang beriman.
2. Kebulatan persatuan mereka terhadap orang-orang yang bersalah merupakan
tangan yang satu, walaupun terhadap anak-anak mereka sendiri.
Pasal 14
1. Tidak diperkenankan seseorang yang beriman membunuh seorang beriman
lainnya karena lantaran seorang yang tidak beriman.
2. Tidak pula diperkenankan seorang yang beriman membantu seorang yang kafir
untuk melawan seorang yang beriman lainnya.
Pasal 15
1. Jaminan Tuhan adalah satu dan merata, melindungi nasib orang-orang yang
lemah.
2. Segenap orang-orang yang beriman harus jamin-menjamin dan setiakawan
sesama mereka daripada (gangguan) manusia lainnya.

IV. PERSATUAN SEGENAP WARGANEGARA
Pasal 16
Bahwa sesungguhnya kaum-bangsa Yahudi yang setia kepada (negara) kita,
berhak mendapatkan bantuan dan perlindungan, tidak boleh dikurangi haknya dan
tidak boleh diasingkan dari pergaulan umum.
Pasal 17
1. Perdamaian dari orang-orang beriman adalah satu
2. Tidak diperkenankan segolongan orang-orang yang beriman membuat
perjanjian tanpa ikut sertanya segolongan lainnya di dalam suatu peperangan di
jalan Tuhan, kecuali atas dasar persamaan dan adil di antara mereka.
Pasal 18
Setiap penyerangan yang dilakukan terhadap kita, merupakan tantangan terhadap
semuanya yang harus memperkuat persatuan antara segenap golongan.
Pasal 19
1. Segenap orang-orang yang beriman harus memberikan pembelaan atas tiap-tiap
darah yang tertumpah di jalan Tuhan.
2. Setiap orang beriman yang bertaqwa harus berteguh hati atas jalan yang baik
dan kuat.
Pasal 20
1. Perlindungan yang diberikan oleh seorang yang tidak beriman (musyrik)
terhadap harta dan jiwa seorang musuh Quraisy, tidaklah diakui.
2. Campur tangan apapun tidaklah diijinkan atas kerugian seorang yang beriman.
Pasal 21
1. Barangsiapa yang membunuh akan seorang yang beriman dengan cukup bukti
atas perbuatannya harus dihukum bunuh atasnya, kecuali kalau wali (keluarga
yang berhak) dari si terbunuh bersedia dan rela menerima ganti kerugian (diyat).
2. Segenap warga yang beriman harus bulat bersatu mengutuk perbuatan itu, dan
tidak diijinkan selain daripada menghukum kejahatan itu.
Pasal 22
1. Tidak dibenarkan bagi setiap orang yang mengakui piagam ini dan percaya
kepada Tuhan dan hari akhir, akan membantu orang-orang yang salah, dan
memberikan tempat kediaman baginya.
2. Siapa yang memberikan bantuan atau memberikan tempat tinggal bagi
pengkhianat-pengkhianat negara atau orang-orang yang salah, akan mendapatkan
kutukan dan kemurkaan Tuhan di hari kiamat nanti, dan tidak
diterima segala pengakuan dan kesaksiannya.
Pasal 23
Apabila timbul perbedaan pendapat di antara kamu di dalam suatu soal, maka
kembalikanlah penyelesaiannya pada (hukum) Tuhan dan (keputusan)
Muhammad SAW.

V. GOLONGAN MINORITAS
Pasal 24
Warganegara (dari golongan) Yahudi memikul biaya bersama-sama dengan kaum
beriman, selama negara dalam peperangan.
Pasal 25
1. Kaum Yahudi dari suku ‘Awf adalah satu bangsa-negara (ummat) dengan
warga yang beriman.
2. Kaum Yahudi bebas memeluk agama mereka, sebagai kaum Muslimin bebas
memeluk agama mereka.
3. Kebebasan ini berlaku juga terhadap pengikut-pengikut/sekutu-sekutu mereka,
dan diri mereka sendiri.
4. Kecuali kalau ada yang mengacau dan berbuat kejahatan, yang menimpa diri
orang yang bersangkutan dan keluarganya.
Pasal 26
Kaum Yahudi dari Banu Najjar diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu
‘Awf di atas
Pasal 27
Kaum Yahudi dari Banul-Harts diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari
Banu ‘Awf di atas
Pasal 28
Kaum Yahudi dari Banu Sa’idah diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari
Banu ‘Awf di atas
Pasal 29
Kaum Yahudi dari Banu Jusyam diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari
Banu ‘Awf di atas
Pasal 30
Kaum Yahudi dari Banu Aws diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu
‘Awf di atas
Pasal 31
1. Kaum Yahudi dari Banu Tsa’labah, diperlakukan sama seperti kaum yahudi
dari Banu ‘Awf di atas
2. Kecuali orang yang mengacau atau berbuat kejahatan, maka ganjaran dari
pengacauan dan kejahatannya itu menimpa dirinya dan keluarganya.
Pasal 32
Suku Jafnah adalah bertali darah dengan kaum Yahudi dari Banu Tsa’labah,
diperlakukan sama seperti Banu Tsa’labah
Pasal 33
1. Banu Syuthaibah diperlakukan sama seperti kaum Yahudi dari Banu ‘Awf di
atas.
2. Sikap yang baik harus dapat membendung segala penyelewengan.
Pasal 34
Pengikut-pengikut/sekutu-sekutu dari Banu Tsa’labah, diperlakukan sama seperti
Banu Tsa’labah.
Pasal 35
Segala pegawai-pegawai dan pembela-pembela kaum Yahudi, diperlakukan sama
seperti kaum Yahudi.

VI. TUGAS WARGA NEGARA
Pasal 36
1. Tidak seorang pun diperbolehkan bertindak keluar, tanpa ijinnya Muhammad
SAW
2. Seorang warga negara dapat membalaskan kejahatan luka yang dilakukan orang
kepadanya
3. Siapa yang berbuat kejahatan, maka ganjaran kejahatan itu menimpa dirinya
dan keluarganya, kecuali untuk membela diri
4. Tuhan melindungi akan orang-orang yang setia kepada piagam ini
Pasal 37
1. Kaum Yahudi memikul biaya negara, sebagai halnya kaum Muslimin memikul
biaya negara
2. Di antara segenap warga negara (Yahudi dan Muslimin) terjalin pembelaan
untuk menentang setiap musuh negara yang memerangi setiap peserta dari piagam
ini
3. Di antara mereka harus terdapat saling nasihat-menasihati dan berbuat
kebajikan, dan menjauhi segala dosa
4. Seorang warga negara tidaklah dianggap bersalah, karena kesalahan yang
dibuat sahabat/sekutunya
5. Pertolongan, pembelaan, dan bantuan harus diberikan kepada orang/golongan
yang teraniaya
Pasal 38
Warga negara kaum Yahudi memikul biaya bersama-sama warganegara yang
beriman, selama peperangan masih terjadi

VII. MELINDUNGI NEGARA
Pasal 39
Sesungguhnya kota Yatsrib, Ibukota Negara, tidak boleh dilanggar
kehormatannya oleh setiap peserta piagam ini
Pasal 40
Segala tetangga yang berdampingan rumah, harus diperlakukan sebagai dirisendiri,
tidak boleh diganggu ketenteramannya, dan tidak diperlakukan salah
Pasal 41
Tidak seorang pun tetangga wanita boleh diganggu ketenteraman atau
kehormatannya, melainkan setiap kunjungan harus dengan ijin suaminya

VIII. PIMPINAN NEGARA
Pasal 42
1. Tidak boleh terjadi suatu peristiwa di antara peserta piagam ini atau terjadi
pertengkaran, melainkan segera dilaporkan dan diserahkan penyelesaiannya
menurut (hukum ) Tuhan dan (kebijaksanaan) utusan-Nya,
Muhammad SAW
2. Tuhan berpegang teguh kepada piagam ini dan orang-orang yang setia
kepadanya
Pasal 43
Sesungguhnya (musuh) Quraisy tidak boleh dilindungi, begitu juga segala orang
yang membantu mereka
Pasal 44
Di kalangan warga negara sudah terikat janji pertahanan bersama untuk
menentang setiap agresor yang menyergap kota Yatsrib.

IX. POLITIK PERDAMAIAN
Pasal 45
1. Apabila mereka diajak kepada perdamaian (dan) membuat perjanjian damai
(treaty), mereka tetap sedia untuk berdamai dan membuat perjanjian damai
2. Setiap kali ajakan perdamaian seperti demikian, sesungguhnya kaum yang
beriman harus melakukannya, kecuali terhadap orang (negara) yang
menunjukkan permusuhan terhadap agama (Islam)
3. Kewajiban atas setiap warganegara mengambil bahagian dari pihak mereka
untuk perdamaian itu
Pasal 46
1. Dan sesungguhnya kaum Yahudi dari Aws dan segala sekutu dan simpatisan
mereka, mempunyai kewajiban yang sama dengan segala peserta piagam untuk
kebaikan (perdamaian) itu
2. Sesungguhnya kebaikan (perdamaian) dapat menghilangkan segala kesalahan

X. PENUTUP
Pasal 47
1. Setiap orang (warganegara) yang berusaha, segala usahanya adalah atas dirinya
2. Sesungguhnya Tuhan menyertai akan segala peserta dari piagam ini, yang
menjalankannya dengan jujur dan sebaik-baiknya
3. Sesungguhnya tidaklah boleh piagam ini dipergunakan untuk melindungi
orang-orang yang dhalim dan bersalah
4. Sesungguhnya (mulai saat ini), orang-orang yang bepergian (keluar), adalah
aman
5. Dan orang yang menetap adalah aman pula, kecuali orang-orang yang dhalim
dan berbuat salah
6. Sesungguhnya Tuhan melindungi orang (warganegara) yang baik dan bersikap
taqwa (waspada)
7. Dan (akhirnya) Muhammad adalah Pesuruh Tuhan, semoga Tuhan
mencurahkan shalawat dan kesejahteraan atasnya.

C. Perlawanan Kaum Yahudi
Setelah beberapa tahun nabi Muhammad mendirikan masyarakat madani di Madinah,
tetap saja ada kaum yang tidak suka akan hal tersebut yakni diantaranya kaum Yahudi,
meskipun mereka telah terikat untuk hidup berdampingan dengan umat muslimin. Alasan
utama kaum Yahudi adalah khawatirnya tergeser kedudukan kaum elite Yahudi dalam
masyarakat baru tersebut. Menghadapi hal ini kaum muslimin tidak tinggal diam, lebihlebih
setelah turunya wahyu yang menyuruh mereka angkat senjata untuk membela diri,
Firman Allah Swt :

Artinya : Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi)
janganlah kamu melampaui batas, Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang
yang melampaui batas.
1. Perang Badar
Para kaum Yahudi merancang penyerangan terbuka terhadap kaum muslimin di
Madinah. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah mengambil alih semua harta
kaum muslimin yang ditinggal di Mekkah. Tindakan itu di balas kaum muslimin
dengan memblokade jalur perdagangan Siria ke Mekkah lewat Madinah. Akibat
blokade tersebut membuat kaum Quraisy marah dan meminta bantuan dari induknya
di Mekkah.
Kaum Quraisy segera mengirim pasukan sebanya 10000 orang. Untuk
menghadapi kaum muslimin yang hanya memiliki pasukan 300 orang. Meskipun
demikian pasukan muslimin tetap menang.
5 . http://www.eramuslim.com
Pertempuran bersejarah ini dikenal dengan nama Perang Badar, karena
berlangsung di sekitar bukit Badar, peristiwa ini terjadi sekitar tahun ke 2 H.
2. Perang Uhud
Satu tahun setelah perang Badar kaum Quraisy kembali menyerang untuk
membalas kekalahan mereka. Pasukan Islam bertahan di bukit uhud, sekitar 3 mil
dari arah utara Madinah.
Mula-mulanya kaum muslimin menang dalam perang ini, karena strategi jitu
dari nabi dengan menempatkan pasukan pemanah jitu dari atas bukit Uhud. Namun,
melihat teman mereka mendapat harta rampasan yang banyak di bawah bukit,
mereka tergoda sehingga merekapun turun tanpa menghiraukan temannya.
Sementara itu pasukan Quraisy yang dipimpin Khalid Bin Walid melakukan
taktik militer yang jitu, mereka hanya bergerak melingkar. Akibatnya banyak
pasukan muslimin yang meninggal dan luka-luka termasuk diantaranya nabi yang
mengalami patah gigi akibat lemparan batu dan paman Rasul yang bernama
Hamzah.6
3. Perang Ahzab
Perang ini menjadi abadi dan masyhur dalam sejarah Islam, antara lain karena
diikuti dengan turunnya firman Allah s.w.t. sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an
(Surah Al-Ahzab). Untuk pertama kalinya dalam usia yang masih muda, kaum
muslimin di Madinah dikepung oleh kurang lebih 10.000 orang pasukan musyrikin,
yang terdiri dari berbagai suku dan qabilah. Pasukan itu diperkuat lagi oleh kaum
Yahudi Banu Quraidhah, yang mengkhianati perjanjian perdamaian dengan Rasul
Allah s.a.w. Mereka ini bergabung dengan pasukan musyrikin Qureiys yang
membeludak dari Makkah guna mengepung kota Madinah.
Peperangan tersebut dinamakan juga perang Khandaq (Parit), karena untuk
menanggulangi penyerbuan kaum musyrikin Qureiys atas usul dan prakarsa Salman
Al Farisi, dengan persetujuan Rasul Allah s.a.w., kaum muslimin menggali parit-
6 . Ibid., Prof. Dr. Abu Su’ud.
parit yang cukup lebar dan dalam di sekitar pinggiran kota Madinah Di perang
Khandaq ini keampuhan dan ketangkasan Imam Ali r.a. juga teruji dalam perang
tanding melawan seorang pendekar Qureiys yang terkenal ulung, yaitu ‘Amr bin
Abdu Wudd Al’Amiri. ‘Amr seorang prajurit berkuda yang gesit dan lincah bermain
pedang atau tombak

D. Perjanjian Hudaibiyah
Perjanjian Hudaibiyyah (Arab: صلح الحدیبیة ) adalah sebuah perjanjian yang di adakan
di sebuah tempat diantara Madinah dan Mekkah pada bulan Maret 628 M (Dzulqaidah, 6
H), atau sekitar 1400 Muslim berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.
Mereka mempersiapkan hewan kurban untuk dipersembahkan kepada kaum Quraisy.
Quraisy, walaupun begitu, menyiagakan pasukannya untuk menahan Muslim agar tidak
masuk ke Mekkah. Pada waktu ini, bangsa Arab benar benar bersiaga terhadap kekuatan
militer Islam yang sedang berkembang. Nabi Muhammad mencoba agar tidak terjadi
pertumpahan darah di Mekkah, karena Mekkah adalah tempat suci.
Akhirnya kaum Muslim setuju, bahwa jalur diplomasi lebih baik daripada berperang.
Kejadian ini dituliskan pada surah Al-Fath ayat 4 :

ھو الذي انزل السكینة في قلوب المؤمینین

yaitu bermakna bahwa Allah telah memberikan ketenangan bagi hati mereka agar
iman mereka bisa bertambah.
Adapun Garis besar Perjanjian Hudaibiyah berisi :
“Dengan nama Tuhan. Ini perjanjian antara Muhammad (SAW) dan Suhail bin
‘Amru, perwakilan Quraisy. Tidak ada peperangan dalam jangka waktu sepuluh tahun.
Siapapun yang ingin mengikuti Muhammad (SAW), diperbolehkan secara bebas. Dan
siapapun yang ingin mengikuti Quraisy, diperbolehkan secara bebas. Seorang pemuda,
yang masih berayah atau berpenjaga, jika mengikuti Muhammad (SAW) tanpa izin, maka
akan dikembalikan lagi ke ayahnya dan penjaganya. Bila seorang mengikuti Quraisy,
maka ia tidak akan dikembalikan. Tahun ini Muhammad (SAW) akan kembali ke Madinah.
Tapi tahun depan, mereka dapat masuk ke Mekkah, untuk melakukan tawaf disana selama
tiga hari. Selama tiga hari itu, penduduk Quraisy akan mundur ke bukit-bukit. Mereka
haruslah tidak bersenjata saat memasuki Mekkah”7

7 . http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Hudaibiyyah

About these ads

About fikriyogi
Masih Single

4 Responses to Perjuangan Nabi Muhammad di Madinah

  1. hayooo says:

    merarik om…

    • fikriyogi says:

      makasih fafa.. atas komentarnya,

    • fikriyogi says:

      makasih. doakan saja semoga selalu up2date suapaya bisa share ilmu lebih banyak :)

    • fikriyogi says:

      thanks ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: